flag

[URL=http://info.flagcounter.com/eLRD][IMG]http://s01.flagcounter.com/count2/eLRD/bg_FFFFFF/txt_000000/border_CC1FA4/columns_7/maxflags_18/viewers_0/labels_0/pageviews_0/flags_0/percent_0/[/IMG][/URL]

Senin, 13 Maret 2017

APA ITU ISLAM?




Nama                       : Roniy Yanggara
Nim                          : 1601121098
Prodi                        : Pendidikan Bahasa Inggris
Mata Kuliah           : Studi Agama kontemporer

APA ITU AGAMA?
1.      Pengertian Agama
Dari kacamata etimelogi, ada pendapat yang mengatakan bahwa kata “agama” berasal dari bahasa “sansekerta”, yang bermakna ”haluan, peraturan, jalan atau kebaktian kepada Tuhan”. Pendapat lain mengatakan bahwa kata “agama” itu tersusun dari dua kata, “A” yang berarti “tidak” dan “GAMA” yang berarti “pergi, kacau”. Jadi “agama” berarti “tidak pergi, tidak kacau”. Dengan kata lain bisa juga diartikan dengan tetap di tempat, diwarisi turun temurun. Agama memang memiliki sifat demikian. Selanjutnya ada pula yang mengatakan bahwa “GAMA” berarti “tuntutan”. Hal ini diakui bahwa agama memang ajaran-ajarannya menjadi tuntutan hidup bagi pemeluknya.
Selanjutnya ada pula pedapat yang mengatakan bahwa agama dalam bahasa arab dikenal dengan  din” (Ad-Diin). Din (Ad-Diin. Bisa berarti : Adat kebiasan atau tingkah laku, balasan, taat, patuh dan tunduk kepada Tuhan, hokum-hukum atau peraturan-peraturan.
Selain kata “Agama”  dan Din (Ad-Diin, dikenal juga istilah “Religi” (dari bahasa latin). Ada pendapat yang mengatakan Religi asal katanya “Relegere” yang mengandung arti “mengumpulkan, membaca”. Agama memang merupakan kumpulan cara-cara mengabdi kepada Tuhan. Namun pendapat lain mengatakan “Religi” itu berasal dari “religare”  yang berarti “mengikat”. Ajaran-ajaran agama memang mempunyai sifat yang mengikat bagi manusia. Agama memang mengikat manusia dengan Tuhan[1].
Memperhatikan pengertian agama, din (Ad-Diin) dan religi di atas, tanpak masih belum menggambarkan arti agama sebenaranya dari apa yang dimaksud dengan pengertian agama, karena agama selain mencakup hubungan dengan Tuhan, juga ada hubungannya dengan masyarakat dengan segala peraturan-peraturan yang menjadi pedoman bagaimana seharusnya hubungan-hubungan tersebut dilakukan dalam rangka mencapai kebahagian hidup, baik didunia maupun akhirat nanti.
Mengingat pengertian agama secara bahasa (etimologi) seperti di atas dipandang masih belum menggambarkan arti agama secara konprehensif, maka  ada baiknya dilihat beberapa pengertian agama secara istilah (terminology) yang di kemukakan oleh para ahli :
a.       E.B. Tylor mengatakan :
            Religion is belief in spiritual being ( Agama adalah kepercayaan terhadap kekuatan ghaib)
b.      Harun Nasation dalam bukunya mengetengahkan beberapa pengertian agama :
1)      Agama adalah ajaran-ajaran yang diwahyukan Tuhan kepada manusia melalui seorang Rasul.
2)      Pengakuan terhadap adanya kewajiban-kewajiban yang diyakini bersumber pada suatu yang ghaib.
3)      Kepercayaan pada suatu ghaib yamg menimbulkan cara hidup tertentu.
4)      Pemujaan terhadap kekuatan ghaib yang timbul dari perasaan lemah dan perasaan takut terhadapat kekuatan mesterius yang dapat dalam alam sekitar manusia.
c.       Prof. Leuba mendifinisikan agama sebagai peraturan Ilahi yang mendorong manusia yang berakal untuk mencapai kebahagian di dunia dan di akhirat.
Dari pengertian diatas dapat dipahami bahwa agama adalah pedoman hidup bagi umat manusia dalam rangka memperoleh kebahagian hidup, baik kehidupan dimensi jangka pendek didunia maupun pada kehidupan dimensi jangka panjang di akhirat kelak.
Untuk menutup urain ini ada baiknya kita kemukakan pendapat para pakar agama yang dimuat dalam Ensiklopedia Islam. Para pakar agama berpendapat bahwa secara normative, agama  apapun pada dasarnya merupakan way of life bagi umat manusia agar dapat hidup teratur, saling menghargai dan menciptakan keharmonisan serta keseimbangan kehidupan dengan alam.
2.      Manfaat agama dalam kehidupan manusia
Manfaat agama dalam kehidupan manusia berpengaruh dalam aspek, bukan hanya dalam aspek kerohanian saja. Menilik kembali dari awal, agama merupukan kata serapan dari bahasa sansekerta, yaitu a dan gama. A dalam bahasa sansekerta memiliki arti “tidak”, sedangkan gama memiliki arti ”kacau”. Jika diartikan kata agama dalam bahasa sansekerta adalah tidak kacau, jadi maksud dari agama adalah aturan yang membimbing manusia menuju kedalam aturan.
Ada beberapa manfaat agama yang dapat diperoleh manusia yaitu antara lain sebagai berikut :
a.       Memberikan manusia tuntutan dan ajatan hidup
Manusia tanpa agama merupakan manusia yang tidak memiliki tujuan. Dalam ajaran agama, manusia dituntun agar beribadah dan melakukan kebaikan dalam hidup, baik antar manusia maupun dengan alam. Manusia di ajarankan oleh agama untuk saling tolong menolong antar manusia, saling toleransi dalam menerima keberagaman dalam manusia baik berdasarkan ras, suku, agama dan kelompok.
b.      Memberi jawaban tentang hal yang tidak dapat dijawab oleh manusia
Agama merupakan sumber tatanan hidup dan pengetahuan manusia. Di dunia ini terdapat banyak hal dan kejadian yang tidak mampu dijawab dengan keterbatasan yang ada pada diri manusia. Misalnya pertanyaan seperti kemanakah jiwa manusia setelah raganya mati? Untuk apa manusia hidup di dunia ini? Untuk apa manusia hidup dengan berbagai cara namun akhirnya harus mati?
Pertanyaan –pertanyaan tersebut tentu sulit untuk dijawab manusia dengan keterbatasaan pikiran yang ada. Agama memberikan jawaban dari pertanyaan yang tidak dapat dijawab oleh nalar manusia. Agama akan membimbing manusia untuk menemukan hakikat hidup dari setiap manusia merupakan salah satu dari banyak manfaat manusia.
c.       Menganal pada hal yang baik dan buruk
Pada dasarnya manusia ingin menperoleh semua hal yang ada di dunia ini karena nafsu yang ada pada dalam masing-masing diri manusia. Segala cara tentu akan dilakukan unuk mendapatkan hal yang diinginkan. Dengan adanya agama dan ajaran-ajaran yang ada pada dalam agama, manusia dapat mengetahui mana yang boleh dan mana yang  tidak boleh dilakukan manusia. Aturan-aturan dalam agama, adalah mengatur hal yang tidak boleh dilakukan dan yang boleh dilakukan manusia. Dengan adanya larangan dalam agama bertujuan agar manusia tidak merugikan diri sendiri, merugikan orang lain ataupun makhluk hidup lain dalam rangka memperoleh hal yang dimiliki oleh manusia[2].
d.      Menjadikan penyeimbang antar fisik dan jiwa manusia
Menurut filsuf yunani kuno yaitu plato, manusia dilihat dari dualistic yang terdiri dari unsur raga dan jiwa. Kesehatan manusia tidak hanya dilihat dari fisiknya saja, namun dari jiwa. Agama memberikan tuntutan kepada manusia untuk dapat memperoleh ketenangan dan kematangan jiwa ketika beribadah untuk menyeimbangkan kebutuhan fisik dan jiwa manusia. Dengan banyak hal yang dapat diperoleh manusia dalam mepercayai dan menjalankan aturan dan ajaran dalam agamanya, banyak aspek dalam ajaran agama yang digunakan untuk menjadi acuan dalam menentukan dasra serta hukum suatu Negara. Didasari atau tidak, banyak peraturan dalam suatu Negara yang diadopsi dari peraturan agama karena dilihat dari banyaknya hal yang diperoleh dalam manfaat agama.





[1]Jirhanudin, Perbandingan agama, (Yogyakarta : PUSTAKA BELAJAR: 2010), hlm.1-4
[2] Htttp://manfaat.co.id di acces pada tanggal 18 pebruari 2017 pukul 14:23 WIB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar