Nama :
Roniy
Yanggara
Nim :
1601121098
Prodi : Pendidikan
Bahasa Inggris
Mata Kuliah : Studi Agama kontemporer
APA ITU AGAMA?
1. Pengertian
Agama
Dari kacamata etimelogi, ada pendapat yang mengatakan bahwa kata
“agama” berasal dari bahasa “sansekerta”, yang bermakna ”haluan, peraturan,
jalan atau kebaktian kepada Tuhan”. Pendapat lain mengatakan bahwa kata “agama”
itu tersusun dari dua kata, “A” yang berarti “tidak” dan “GAMA” yang berarti
“pergi, kacau”. Jadi “agama” berarti “tidak pergi, tidak kacau”. Dengan kata
lain bisa juga diartikan dengan tetap di tempat, diwarisi turun temurun. Agama
memang memiliki sifat demikian. Selanjutnya ada pula yang mengatakan bahwa
“GAMA” berarti “tuntutan”. Hal ini diakui bahwa agama memang ajaran-ajarannya
menjadi tuntutan hidup bagi pemeluknya.
Selanjutnya ada pula pedapat yang mengatakan bahwa agama dalam
bahasa arab dikenal dengan “din” (Ad-Diin).
Din (Ad-Diin. Bisa berarti : Adat kebiasan atau tingkah laku, balasan,
taat, patuh dan tunduk kepada Tuhan, hokum-hukum atau peraturan-peraturan.
Selain kata “Agama” dan Din
(Ad-Diin, dikenal juga istilah “Religi” (dari bahasa latin). Ada
pendapat yang mengatakan Religi asal katanya “Relegere” yang
mengandung arti “mengumpulkan, membaca”. Agama memang merupakan kumpulan cara-cara
mengabdi kepada Tuhan. Namun pendapat lain mengatakan “Religi” itu
berasal dari “religare” yang
berarti “mengikat”. Ajaran-ajaran agama memang mempunyai sifat yang mengikat
bagi manusia. Agama memang mengikat manusia dengan Tuhan[1].
Memperhatikan pengertian agama, din (Ad-Diin) dan religi di
atas, tanpak masih belum menggambarkan arti agama sebenaranya dari apa yang
dimaksud dengan pengertian agama, karena agama selain mencakup hubungan dengan
Tuhan, juga ada hubungannya dengan masyarakat dengan segala peraturan-peraturan
yang menjadi pedoman bagaimana seharusnya hubungan-hubungan tersebut dilakukan
dalam rangka mencapai kebahagian hidup, baik didunia maupun akhirat nanti.
Mengingat pengertian agama secara bahasa (etimologi) seperti di
atas dipandang masih belum menggambarkan arti agama secara konprehensif,
maka ada baiknya dilihat beberapa
pengertian agama secara istilah (terminology) yang di kemukakan oleh para ahli
:
a.
E.B. Tylor mengatakan :
Religion is belief in spiritual being ( Agama adalah kepercayaan terhadap kekuatan ghaib)
b.
Harun Nasation dalam bukunya mengetengahkan beberapa pengertian
agama :
1)
Agama adalah ajaran-ajaran yang diwahyukan Tuhan kepada manusia
melalui seorang Rasul.
2)
Pengakuan terhadap adanya kewajiban-kewajiban yang diyakini bersumber
pada suatu yang ghaib.
3)
Kepercayaan pada suatu ghaib yamg menimbulkan cara hidup tertentu.
4)
Pemujaan terhadap kekuatan ghaib yang timbul dari perasaan lemah
dan perasaan takut terhadapat kekuatan mesterius yang dapat dalam alam sekitar
manusia.
c.
Prof. Leuba mendifinisikan agama sebagai peraturan Ilahi yang
mendorong manusia yang berakal untuk mencapai kebahagian di dunia dan di
akhirat.
Dari
pengertian diatas dapat dipahami bahwa agama adalah pedoman hidup bagi umat
manusia dalam rangka memperoleh kebahagian hidup, baik kehidupan dimensi jangka
pendek didunia maupun pada kehidupan dimensi jangka panjang di akhirat kelak.
Untuk
menutup urain ini ada baiknya kita kemukakan pendapat para pakar agama yang
dimuat dalam Ensiklopedia Islam. Para pakar agama berpendapat bahwa
secara normative, agama apapun pada
dasarnya merupakan way of life bagi umat manusia agar dapat hidup
teratur, saling menghargai dan menciptakan keharmonisan serta keseimbangan
kehidupan dengan alam.
2. Manfaat
agama dalam kehidupan manusia
Manfaat
agama dalam kehidupan manusia berpengaruh dalam aspek, bukan hanya dalam aspek
kerohanian saja. Menilik kembali dari awal, agama merupukan kata serapan dari
bahasa sansekerta, yaitu a dan gama. A dalam bahasa sansekerta memiliki arti
“tidak”, sedangkan gama memiliki arti ”kacau”. Jika diartikan kata agama dalam
bahasa sansekerta adalah tidak kacau, jadi maksud dari agama adalah aturan yang
membimbing manusia menuju kedalam aturan.
Ada beberapa
manfaat agama yang dapat diperoleh manusia yaitu antara lain sebagai berikut :
a. Memberikan manusia tuntutan dan ajatan
hidup
Manusia tanpa agama merupakan manusia yang
tidak memiliki tujuan. Dalam ajaran agama, manusia dituntun agar beribadah dan
melakukan kebaikan dalam hidup, baik antar manusia maupun dengan alam. Manusia
di ajarankan oleh agama untuk saling tolong menolong antar manusia, saling
toleransi dalam menerima keberagaman dalam manusia baik berdasarkan ras, suku,
agama dan kelompok.
b. Memberi jawaban tentang hal yang tidak
dapat dijawab oleh manusia
Agama merupakan sumber tatanan hidup dan
pengetahuan manusia. Di dunia ini terdapat banyak hal dan kejadian yang tidak
mampu dijawab dengan keterbatasan yang ada pada diri manusia. Misalnya
pertanyaan seperti kemanakah jiwa manusia setelah raganya mati? Untuk apa
manusia hidup di dunia ini? Untuk apa manusia hidup dengan berbagai cara namun
akhirnya harus mati?
Pertanyaan –pertanyaan tersebut tentu sulit
untuk dijawab manusia dengan keterbatasaan pikiran yang ada. Agama memberikan
jawaban dari pertanyaan yang tidak dapat dijawab oleh nalar manusia. Agama akan
membimbing manusia untuk menemukan hakikat hidup dari setiap manusia merupakan
salah satu dari banyak manfaat manusia.
c. Menganal pada hal yang baik dan buruk
Pada dasarnya manusia ingin menperoleh
semua hal yang ada di dunia ini karena nafsu yang ada pada dalam masing-masing
diri manusia. Segala cara tentu akan dilakukan unuk mendapatkan hal yang
diinginkan. Dengan adanya agama dan ajaran-ajaran yang ada pada dalam agama,
manusia dapat mengetahui mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dilakukan manusia. Aturan-aturan
dalam agama, adalah mengatur hal yang tidak boleh dilakukan dan yang boleh
dilakukan manusia. Dengan adanya larangan dalam agama bertujuan agar manusia
tidak merugikan diri sendiri, merugikan orang lain ataupun makhluk hidup lain
dalam rangka memperoleh hal yang dimiliki oleh manusia[2].
d. Menjadikan penyeimbang antar fisik dan jiwa
manusia
Menurut filsuf yunani kuno yaitu plato,
manusia dilihat dari dualistic yang terdiri dari unsur raga dan jiwa. Kesehatan
manusia tidak hanya dilihat dari fisiknya saja, namun dari jiwa. Agama
memberikan tuntutan kepada manusia untuk dapat memperoleh ketenangan dan
kematangan jiwa ketika beribadah untuk menyeimbangkan kebutuhan fisik dan jiwa
manusia. Dengan banyak hal yang dapat diperoleh manusia dalam mepercayai dan
menjalankan aturan dan ajaran dalam agamanya, banyak aspek dalam ajaran agama
yang digunakan untuk menjadi acuan dalam menentukan dasra serta hukum suatu
Negara. Didasari atau tidak, banyak peraturan dalam suatu Negara yang diadopsi
dari peraturan agama karena dilihat dari banyaknya hal yang diperoleh dalam
manfaat agama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar