PERAN DAN KEDUDUKAN WANITA
Masalah
lain yang telah menjadi bahan perdebadan dan kesalahpahaman adalah kedudukan
wanita dalam Islam. Banyak orang memandang wanita muslim sebagai penurut dan
bersikap patuh, korban yang patut dikasihani. Meskipun demikian, kedudukan
wanita yang lemah dilingkungan masyarakat islam tidak mencerminkan keyakinan
Islam. Islam menghormati kaum wanita dan menganjurkan hak-hak mereka yang penuh
dan sama.
Latar belakang historis, sejarah
panjang, dari zaman dahulu hingga sekarang, wanita tak henti-hentinya berjuang
untuk membebaskan diri mereka dari penyalahgunaan dan perlakuan yang tidak
baik. Dalam kebanyakan budaya kuno dan bahkan dalam sebagian budaya modern juga,
wanita dipandang sebagai harta yang bisa dibeli , dijual atau diwariskan
seperti hewan. Secara moral, social, dan spiritual mereka dipandang rendah dan
dianggap lebih rendah daripada kaum laki-laki dalam banyak hal. Mereka
disalahkan karena nasib malang lelaki. Untuk mengimbangi keadaan mereka yang
hina, kaum wanita diharapkan melayani dan menyenangkan kaum pria. Wanita di
Arab sebelum Islam, di jazirah Arab tidak terkecuali, terutama pada saat
bayi perempuan dilahirkan, keluarga akan berkabung dan menyembunyikan diri dari
lingkungan dengan perasaan malu. Banyak bayi perempuan dikuburkan hidup-hidup.
Gadis yang sudah tumbuh lahir diperbudak atau pelayan sampai mereka mencapai
usia perkawinan. Kemudian mereka dijual untuk menjadi budak atau pelayan bagi suami
mereka yang dapat menjual, memperdagangkan, memanfaatkan, atau menyimpang lain
sesuai dengan keingan para suami. Kaum wanita dewasa ini, disebagaian
besar didunia ini, hak-hak wanita telah terlaksana hanya pada 100 tahun
terakhir ini. Di Prancis, akhirnya kaum wanita diberi hak untuk memiliki harta
benda sendiri pada tahun 1938. Di Amerika, mendapatkan hak memberikan suara
pada tahun 1920, setelah perjuangan yang berat. Meskipun adanya kemajuan
–kemajuan ini, kaum wanita dewasa ini masih menjadi sasaran dimedia-media dan
budaya rakyat. Di amerika serikat, tidak lebih baik keadaanya, statistic
memperlihatkan bahwa satu dari tiga orang amerika secara pisik dan seksual
disalahgunakan dirumah, dan satu dari lima orang diperkosa dalam masa hidupnya.
Tekanan ini.[1]
Mengenai kedudukan wanita semuanya
sama nenurut pandangan Tuhan, dalam islam lelaki dan perempuan mempunyai
hak dan kewajiban yang sama Al-Quran menyatakan dalam surah At-Taubah ayat
71-72 :
tbqãZÏB÷sßJø9$#ur àM»oYÏB÷sßJø9$#ur öNßgàÒ÷èt/ âä!$uÏ9÷rr& <Ù÷èt/ 4
crâßDù't Å$rã÷èyJø9$$Î/ tböqyg÷Ztur Ç`tã Ìs3ZßJø9$# cqßJÉ)ãur no4qn=¢Á9$# cqè?÷sãur no4qx.¨9$# cqãèÏÜãur ©!$# ÿ¼ã&s!qßuur 4
y7Í´¯»s9'ré& ãNßgçHxq÷zy ª!$# 3
¨bÎ) ©!$# îÍtã ÒOÅ3ym ÇÐÊÈ ytãur ª!$# úüÏZÏB÷sßJø9$# ÏM»oYÏB÷sßJø9$#ur ;M»¨Zy_ ÌøgrB `ÏB $ygÏGøtrB ã»yg÷RF{$# tûïÏ$Î#»yz $pkÏù z`Å3»|¡tBur Zpt6ÍhsÛ Îû ÏM»¨Zy_ 5bôtã 4
×bºuqôÊÍur ÆÏiB «!$# çt9ò2r& 4
y7Ï9ºs uqèd ãöqxÿø9$# ÞOÏàyèø9$# ÇÐËÈ
dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian
mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. mereka menyuruh
(mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat,
menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. mereka itu akan
diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Allah
menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat)
surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan
(mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga 'Adn. dan keridhaan Allah adalah
lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar.(Q.S At-Taubah : 71-72)
hendaknya diperhatikan ayat tersebut mengatakan bahwa kaum wanita
dan laki-laki merupakan pelindung yang sama lain-berhubungannya sama antara dua
golongan. Al-Quran menjelaskan penciptaan laki-laki dan perempuan sama dengan
penciptaan siang dan malam. Tidak ada di antara keduanya lebih baik karena
mereka memainkan peran yang berbeda tetapi sama pentingnya.
Pada suatu kesempatan, Muhammad
memberitahu pengikutnya: “Wanita adalah shaqaiq dari lelaki.” Kata
shaqaiq “separuh dari sesuatu”, yang akan melengkapi separuh yang lain untuk
membuatnya menjadi satu kesatuan yang utuh.
Hak-hak kaum wanita, dalam Islam, seorang wanita dipandang sebagai perorangan dalam
haknya sendiri, pribadi yang bebas, dan tidak sebagai bayangan atau sampingan
bagi suami atau lelaki yang lain. Wanita muslim berhak sepenuhnya untuk
memperoleh pendidikan, pekerjaan, kepemilikan usuha, dan warisan. Pada zamanya
Nabi Muhammad shalallah alaihi wasallam, masalah hak-hak ini saja sudah
dipandang sebagai revolusi. Dalam perkawinan sekalipun, wanita muslim tetap
mempunyai hak-hak yang bebas membelanjakan harta miliknya dan penghasilan tanpa
campur tangan dari suaminya atau orang lain. Kaum wanita sama sekali bebas
untuk bekerja dan mencari nafkah, tetapi tidak diwajibkan untuk menafkahi diri
mereka dari penghasilan tersebut. System Islam menetepkan lingkungan yang
berlapis-lapis untuk menjamin keamanan keuangan kaum wanita. Kewajiban kepada
karib kerabat ini, bukan pada wanita sendiri, untuk menutup pengeluaran seperti
pengadaan rumah dan makan. Dengan demikian, setiap uang yang dihasilkan oleh
seorang wanita adalah miliknya untuk disimpan atau dibelenjakan.
Terdapat banyak wanita dalam sejarah yang berperan
sebagai sosok teladan yang berhasil bagi kaum wanita muslim. Khadijah, istri
Nabi Muhammad yang pertama, merupakan pengusaha sukses. Di antara ilmuan ajaran
islam adalah Aisyah dan Asma binti Zaid, yang berbagi pengetahuan dengan kaum
pria maupun wanita.
Tugas wanita, sama seperti
lain dalam kehidupan ini, hak seseorang diimbangi oleh kewajiban yang sesuai
dengan hak-hak tersebut. Islam memberikan hak dan kewajiban kepada pria maupun
wanita sehingga dapat sama-sama hidup dalam keserasian dan saling menghormati. Keawajiban
kebada Allah, kewajiban pertama seorang muslim adalah mengikuti petunjuk
Allah, untuk beribadah hanya kepada Allah yang Esa, dan menghindari pelanggaran
perintah Allah. Kewajiban kepada keluarga, islam mengakui bahwa bahwa
wanita diciptakan dengan kelebihan yang khusus, kelebihan mengandung dan
membesarkan kehidupan baru. Dalam rangka ajaran Islam, keluarga merupakan
fondasi dari masyarakat. Wanita merupakan wanita merupakan batu karang yang tangguh
dalam fondasi tersebut.