flag

[URL=http://info.flagcounter.com/eLRD][IMG]http://s01.flagcounter.com/count2/eLRD/bg_FFFFFF/txt_000000/border_CC1FA4/columns_7/maxflags_18/viewers_0/labels_0/pageviews_0/flags_0/percent_0/[/IMG][/URL]

Senin, 07 Agustus 2017


KEMATIAN BISA DATANG KAPANPUN

Assalamualaikum....... 
            Kematian adalah hal yang pasti dan semua orangpun setuju bahwa kematian pasti akan datang. Kematianpun sudah berlaku sejak nabi Adam a.s sampai dengan umat akhir zaman ini dan tidak ada yang terkecuali semuanya pasti akan mengalami yang namanya kematian. Berkaca dari puluhan ribu tahun yang lalu, kita kenal dengan sesosok raja yang mengakui dirinya sebagai Tuhan yaitu Fir’aun laknatullah alaih yang mana dirinya pun tidak abadi di dunia karena kematian tidak memandang tahta ataupun kerajaan sehingga Allah subhanallahu wata’ala tenggelamkan dirinya. kita ketahui lagi si Karun laknatullah alaih ditenggelamkan Allah dengan hartanya karena kesembongannya ini menunjukan bahwa kematian tidak memandang harta.
            Pada jaman sekarang kematian ini menjadi hal yang paling menakutkan bagi seseorang yang cinta dunia akan dan melupakan tujuan ia diciptakan sehingga ia lupa dengan siapa yang menciptkannya padahal Allah subhanallahu wata’la dengan jelas telah berfirman salah satunya ayat yang saya petik “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.”(Ali Imran: 185) dan masih banyak lagi firman Allah yang menjelaskan bahwa kematian itu pasti. Sebenarnya bagi orang yang beriman cukup satu firman Allah Subhanallahu wa ta’ala saja itu sudah cukup baginya untuk menyakini bahwa kematian itu pasti. Bicara tentang kematian, kita bisa melihat dari media-media cetak ataupun sejenisnya banyak yang memberitakan kematian misalkan ada orang yang lagi duduk meninggal dunia, ada yang lagi tidur meninggal dunia dan bahkan ketika kita makanpun meninggal dunia dan masih banyak lagi yang lain yang bisa kita ambil contoh.
            Coba kita renungkan dan perhatikan baik-baik di Tempat Pemakaman Umum, apakah semua bentuk ukuran kuburanya sama? Tentu jawabanya tidak, kematian tidak memandang anak kecil, orang dewasa, maupun yang tua. Tidak memandang laki-laki ataupun perempuan. Tidak memandang ketampanan, kecantikan, tidak memandang si kaya ataupun yang berkecukupan dan bahkan kematian tidak mendahulukan yang tua ataupun yang muda. Dan dari sinilah kita dapat ketahui bahwa kematian bisa datang kapanpun kalau dia mau. Seorang ulama mengatakan “manusia itu datang tak disangka-sangka dan pulangpun tak terduka” ini menunjukan bahwa Allah Subhanallahu wa ta’ala menciptakan manusia dengan kehandakNya. Kita didatangkan oleh Allah  Subhanallahu wa ta’la untuk kembali ke kampung akhirat akan tetapi kita tidak menyadari bahwa kita terlena oleh dunia. Sehingga kita lupa tujuan Allah ciptakan kita didunia ini.
            Tidak ada yang bisa lari dari dahsyatnya sang sakarutul maut. Meskipun kita harus bersembunyi di lorong-lorang, di bawah tanah bahkan bersembunyi ditempat yang paling aman di dunia inipun tidak bisa menghindari yang namanya kematian. Seharusnya kita sudah menyadari bahwa kematian akan datang tanpa kita undang sebelumnya. Namun, berita tentang kematianpun hanyalah dianggap berita yang tidak begitu menakutkan. Sehingga banyak orang-orang tidak memperdulikan kematian. Tidak mempersiapkan bagaimana kita mati dalam keadaan khusnul khotimah yang di ridhoi Allah Subhanallahu wa ta’ala.
            Mungkin karena umur kita masih muda kita masih beranggapan bahwa umur kita masih panjang, sehingga kita sangat tergoda dengan janji-janjinya dunia yang hanya cerita fiksi belaka yang tidak akan kekal selamanya. Sehingga meluangkan waktu untuk merenungkan sejenak hakikat Allah ciptkan kitapun tidak ada sama sekali. Adakah didalam hati kita ini untuk merenungkanya? Adakah bekal iman kita untuk menghadapi dahsyatnya sang sakaratul maut ketika menjemput kita? Sayang seribu kali sayang kita memang benar-benar melupakan hal itu, hanya sedikit orang yang benar-benar mau memperhatikannya, yang benar-benar mempersiapkan dirinya untuk menuju kampung akhirat. Kebanyakan dari kita khususnya untuk saya pribadi lupa dengan cara mati dalam keadaan khusnul khotimah.
            Diakhir artikel ini saya mengajak kepada pembaca mari kita mempersiapkan diri kita untuk menuju kampung akhirat. Alm. ustazd jefri Al-Bukhori atau yang sering kita kenal ustad Uje mengatakan ”dunia diibaratkan hanya stasiun terminal” dikatakan demikian karena dunia ini hanya tempat persinggahan kita menuju kampung akhirat dan dunia tidak kekal selamannya pada hari kiamat Allah akan hancurkan dunia beserta isinya atas kuasa Allah Subhanallahu wa ta’ala. Semoga kita mati dalam keadaan khusnul khotimah, bertemu dengan Rasulullah, bertemu dengan Sahabat R.hum dan saudara-saudara mukmin kita. Amiin ya Rab….
            Semoga bermanfaat bagi kita semua amiin, kita hanyalah manusia biasa yang tidak terlepas yang akan namanya dosa.  thsumasallamualaikum wr.wb

Artikel by : Roniy Yanggara

Rabu, 02 Agustus 2017

kewajiban menuntut Ilmu

Kepada rekan-rekan sesama muslim, sering kita beranggapan bahwa jika kita sudah menunaikan shalat lima waktu, kita sudah merasa cukup, dan merasa kita sudah tidak ada kewajiban lainnya, apakah anggapan tersebut dihadapan ALLAH SWT sudah benar?, marilah kita bahas apa itu menuntut ilmu dalam Islam dan khususnya dalam pandangan ALLAH SWT.

DASAR HUKUM MENUNTUT ILMU. 

1. Sebagai seorang Muslim tentunya kita tidak asing hadits dari Rasullulah SAW yang berbunyi :
 

‘MENUNTUT ILMU ITU HUKUMNYA WAJIB BAGI SETIAP MUSLIM LAKI-LAKI DAN MUSLIM PEREMPUAN, WAKTUNYA ADALAH DARI BUAIAN IBU (BAYI), SAMPAI MASUK LIANG KUBUR”  Hadits dari Rasul SAW yang sangat jelas sekali perintahnya, bahwa dalam Islam menuntut ilmu hukumnya adalah WAJIB yang artinya adalah, jika dikerjakan dan dilaksanakan kita akan mendapat PAHALA, jika diabaikan, disepelekan/tidak dilaksanakan kita akan mendapat DOSA. 

Jadi permasalahan yang mendesak sekarang adalah, jika kita mengaku sebagai seorang Muslim, marilah mumpung kita masih diberi kesempatan hidup oleh ALLAH SWT, segeralah dan jangan ditunda-tunda lagi untuk menuntut ilmu agama Islam yang benar, benar dalam artian yang sesuai dengan Al-qur`an dan Hadits Shahih dari Rasullulah SAW, agar kita memperoleh petunjuk dan kebenaran dalam Islam yang diturunkan oleh ALLAH SWT melalui Rasulnya Muhammad SAW, sehingga kita dasar dalam beragama Islam tidak hanya menduga-duga atau berprasangka saja. Kita boleh berhenti menuntut ilmu, hanya jika kita sudah masuk liang kubur / MATI, jika kita sudah mati sudah tidak ada kewajiban lagi untuk menuntut ilmu. Jadi jika kita masih hidup, alangkah ironi dan naïf nya , jika kita mengaku sebagai seorang Muslim, tapi giliran ada yang mengajak untuk menuntut ilmu agama Islam tentang hukum-hukum ALLAH lewat kajian Al-qur`an dan Hadits Shahih merasa enggan dan berat sekali, dan banyak sekali alasan-alasan yang dilontarkan, seakan-akan mau hidup selamanya. 

Subhanallah, sebelum terlambat marilah koreksi diri kita dan tanyakan dalam hati kita, jika kita sudah tahu bahwa menuntut ilmu dalam Islam hukumnya adalah wajib, dan ketika ada kesempatan dan ada orang yang mengajak untuk menuntut ilmu, kemudian kita menunda-nundanya bahkan menolaknya, sekarang pertanyaan besarnya adalah, “Masihkah pantaskah kita dihadapan ALLAH SWT, disebut sebagai seorang Muslim…

2. Dasar hukum menuntut ilmu yang kedua adalah dalam Surat Al-Ashr, yang berbunyi sbb : "Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat menasehati Supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran". Ingatlah ALLAH SWT telah bersumpah dalam surat ini dengan masa / waktu yang didalamnya terjadi peristiwa yang baik dan yang buruk, bersumpah bahwa setiap manusia didunia ini, baik itu orang Islam atau di luar Islam pasti akan mengalami kerugian, kecuali yang memiliki 4 (empat hal) yaitu

1. Iman, 2. Amal Shaleh, 3. Saling menasehati supaya mentaati kebenaran, 4. Saling menasehati supaya menetapi kesabaran.

Melihat empat hal diatas, jika kita sebagai seorang Muslim mau beruntung dan terlepas dari kerugian, maka mau tidak mau, suka atau tidak suka kita harus :

Agar mempunyai Iman, maka kita harus :
  • Memaksanya untuk bersungguh sungguh, mempelajari agama Islam yang benar dengan jalan menuntut ilmu dimana kita tidak akan memperoleh kebahagiaan didunia maupun akhirat kecuali dengan petunjuk agama Islam yang benar, karena Iman hanya bisa kita capai dengan belajar dan menuntut ilmu.
  • Memaksanya untuk bersungguh sungguh mengamalkannya untuk diri kita dalam kehidupan sehari-hari& setelah kita mengetahui ilmu yang kita pelajari.
  • Memaksanya untuk bersungguh-sungguh mendakwahkan dan menyampaikan serta mengajarkan kepada yang belum mengetahuinya (walaupun Cuma satu ayat), dan janganlah kita takut jika ada rintangan seperti ditolak, dimusuhi dan lain sebagainya, karena perintah yang keempat adalah, 
  • Memaksanya untuk bersungguh-sungguh bersabar terhadap kesukaran dan gangguan manusia dalam menyampaikan hukum-hukum ALLAH lewat Al-qur`an, dan hanya mengharap Ridho ALLAH SWT saja. 
Jadi jika seseorang yang mempunyai akal dan pikiran yang cerdas dan sensitive, mendengar atau membaca surat Al-Ashr` ini, pasti akan berusaha untuk menyelamatkan diri dari kerugian, dengan berusaha memiliki dan melaksanakan ke empat tahapan yang diperintahkan dalam Surat Al-Ashr`. 
Tunggu apa lagi, selagi kita masih diberi kesempatan hidup, segeralah dan jangan ditunda-tunda lagi, untuk menuntut ilmu agar jika kita mati, tidak dalam golongan orang yang mengalami kerugian. Alangkah sayangnya jika kematian telah mendatangi kita, kita masih belum menjalankan satu pun tahapan dalam surat Al-Ashr, apakah kita mau jika kelak di alam kubur / barzah keadaannya gelap gulita, padahal disanalah kita menunggu entah berapa juta tahun lagi, hari kebangkitan seperti yang dijanjikan ALLAH, Marilah sebelum malaikat maut benar-benar menghampiri kita, laksanakanlah dulu perintah ALLAH yang pertama dalam Surat Al-Ashr`, yaitu belajar untuk menuntut ilmu agama Islam yang benar, benar artinya sesuai dengan Al-qur`an dan Sunnah atau Hadits shahih dari Rasullulah SAW, karena seperti kata pepatah, kesempatan baik itu jarang sekali yang datang dua kali, dan semoga kelak jika kita mati, akan termasuk dalam golongan orang-orang Muslim yang beruntung, Amin..