Kepada
rekan-rekan sesama muslim, sering kita beranggapan bahwa jika kita
sudah menunaikan shalat lima waktu, kita sudah merasa cukup, dan merasa
kita sudah tidak ada kewajiban lainnya, apakah anggapan tersebut
dihadapan ALLAH SWT sudah benar?, marilah kita bahas apa itu menuntut
ilmu dalam Islam dan khususnya dalam pandangan ALLAH SWT.
DASAR HUKUM MENUNTUT ILMU.
1. Sebagai seorang Muslim tentunya kita tidak asing hadits dari Rasullulah SAW yang berbunyi :
‘MENUNTUT
ILMU ITU HUKUMNYA WAJIB BAGI SETIAP MUSLIM LAKI-LAKI DAN MUSLIM
PEREMPUAN, WAKTUNYA ADALAH DARI BUAIAN IBU (BAYI), SAMPAI MASUK LIANG
KUBUR” Hadits dari Rasul SAW yang sangat jelas sekali perintahnya, bahwa dalam Islam menuntut ilmu hukumnya adalah WAJIB yang artinya adalah, jika dikerjakan dan dilaksanakan kita akan mendapat PAHALA, jika diabaikan, disepelekan/tidak dilaksanakan kita akan mendapat DOSA.
Jadi permasalahan yang mendesak sekarang adalah, jika kita mengaku sebagai seorang Muslim, marilah mumpung kita masih diberi kesempatan hidup oleh ALLAH SWT, segeralah dan jangan ditunda-tunda lagi untuk menuntut ilmu agama Islam yang benar, benar dalam artian yang sesuai dengan Al-qur`an dan Hadits Shahih dari Rasullulah SAW, agar kita memperoleh petunjuk dan kebenaran dalam Islam yang diturunkan oleh ALLAH SWT melalui Rasulnya Muhammad SAW, sehingga kita dasar dalam beragama Islam tidak hanya menduga-duga atau berprasangka saja. Kita boleh berhenti menuntut ilmu, hanya jika kita sudah masuk liang kubur / MATI, jika kita sudah mati sudah tidak ada kewajiban lagi untuk menuntut ilmu. Jadi jika kita masih hidup, alangkah ironi dan naïf nya , jika kita mengaku sebagai seorang Muslim, tapi giliran ada yang mengajak untuk menuntut ilmu agama Islam tentang hukum-hukum ALLAH lewat kajian Al-qur`an dan Hadits Shahih merasa enggan dan berat sekali, dan banyak sekali alasan-alasan yang dilontarkan, seakan-akan mau hidup selamanya.
Subhanallah, sebelum terlambat marilah koreksi diri kita dan tanyakan dalam hati kita, jika kita sudah tahu bahwa menuntut ilmu dalam Islam hukumnya adalah wajib, dan ketika ada kesempatan dan ada orang yang mengajak untuk menuntut ilmu, kemudian kita menunda-nundanya bahkan menolaknya, sekarang pertanyaan besarnya adalah, “Masihkah pantaskah kita dihadapan ALLAH SWT, disebut sebagai seorang Muslim…
2. Dasar hukum menuntut ilmu yang kedua adalah dalam Surat Al-Ashr, yang berbunyi sbb : "Demi
masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, Kecuali
orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat
menasehati Supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya
menetapi kesabaran". Ingatlah
ALLAH SWT telah bersumpah dalam surat ini dengan masa / waktu yang
didalamnya terjadi peristiwa yang baik dan yang buruk, bersumpah bahwa
setiap manusia didunia ini, baik itu orang Islam atau di luar Islam
pasti akan mengalami kerugian, kecuali yang memiliki 4 (empat hal) yaitu
1. Iman, 2. Amal Shaleh, 3. Saling menasehati supaya mentaati kebenaran, 4. Saling menasehati supaya menetapi kesabaran.
Melihat empat hal diatas, jika kita sebagai seorang Muslim mau beruntung dan terlepas dari kerugian, maka mau tidak mau, suka atau tidak suka kita harus :
Agar mempunyai Iman, maka kita harus :
Melihat empat hal diatas, jika kita sebagai seorang Muslim mau beruntung dan terlepas dari kerugian, maka mau tidak mau, suka atau tidak suka kita harus :
Agar mempunyai Iman, maka kita harus :
- Memaksanya
untuk bersungguh sungguh, mempelajari agama Islam yang benar dengan
jalan menuntut ilmu dimana kita tidak akan memperoleh kebahagiaan
didunia maupun akhirat kecuali dengan petunjuk agama Islam yang benar,
karena Iman hanya bisa kita capai dengan belajar dan menuntut ilmu.
- Memaksanya
untuk bersungguh sungguh mengamalkannya untuk diri kita dalam kehidupan
sehari-hari& setelah kita mengetahui ilmu yang kita pelajari.
- Memaksanya
untuk bersungguh-sungguh mendakwahkan dan menyampaikan serta
mengajarkan kepada yang belum mengetahuinya (walaupun Cuma satu ayat),
dan janganlah kita takut jika ada rintangan seperti ditolak, dimusuhi
dan lain sebagainya, karena perintah yang keempat adalah,
- Memaksanya untuk bersungguh-sungguh bersabar terhadap kesukaran dan gangguan manusia dalam menyampaikan hukum-hukum ALLAH lewat Al-qur`an, dan hanya mengharap Ridho ALLAH SWT saja.
Jadi
jika seseorang yang mempunyai akal dan pikiran yang cerdas dan
sensitive, mendengar atau membaca surat Al-Ashr` ini, pasti akan
berusaha untuk menyelamatkan diri dari kerugian, dengan berusaha
memiliki dan melaksanakan ke empat tahapan yang diperintahkan dalam
Surat Al-Ashr`.
Tunggu
apa lagi, selagi kita masih diberi kesempatan hidup, segeralah dan
jangan ditunda-tunda lagi, untuk menuntut ilmu agar jika kita mati,
tidak dalam golongan orang yang mengalami kerugian. Alangkah sayangnya
jika kematian telah mendatangi kita, kita masih belum menjalankan satu
pun tahapan dalam surat Al-Ashr, apakah kita mau jika kelak di alam
kubur / barzah keadaannya gelap gulita, padahal disanalah kita menunggu
entah berapa juta tahun lagi, hari kebangkitan seperti yang dijanjikan
ALLAH, Marilah sebelum malaikat maut benar-benar menghampiri kita,
laksanakanlah dulu perintah ALLAH yang pertama dalam Surat Al-Ashr`,
yaitu belajar untuk menuntut ilmu agama Islam yang benar, benar artinya
sesuai dengan Al-qur`an dan Sunnah atau Hadits shahih dari Rasullulah
SAW, karena seperti kata pepatah, kesempatan baik itu jarang sekali yang
datang dua kali, dan semoga kelak jika kita mati, akan termasuk dalam
golongan orang-orang Muslim yang beruntung, Amin..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar