KEMATIAN BISA DATANG KAPANPUN
Assalamualaikum.......
Kematian adalah
hal yang pasti dan semua orangpun setuju bahwa kematian pasti akan datang.
Kematianpun sudah berlaku sejak nabi Adam a.s sampai dengan umat akhir zaman
ini dan tidak ada yang terkecuali semuanya pasti akan mengalami yang namanya
kematian. Berkaca dari puluhan ribu tahun yang lalu, kita kenal dengan sesosok
raja yang mengakui dirinya sebagai Tuhan yaitu Fir’aun laknatullah alaih yang
mana dirinya pun tidak abadi di dunia karena kematian tidak memandang tahta ataupun
kerajaan sehingga Allah subhanallahu wata’ala tenggelamkan dirinya. kita
ketahui lagi si Karun laknatullah alaih ditenggelamkan Allah dengan hartanya
karena kesembongannya ini menunjukan bahwa kematian tidak memandang harta.
Pada jaman
sekarang kematian ini menjadi hal yang paling menakutkan bagi seseorang yang
cinta dunia akan dan melupakan tujuan ia diciptakan sehingga ia lupa dengan
siapa yang menciptkannya padahal Allah subhanallahu wata’la dengan jelas
telah berfirman salah satunya ayat yang saya petik “Tiap-tiap yang berjiwa
akan merasakan mati.”(Ali Imran: 185) dan masih banyak lagi firman Allah
yang menjelaskan bahwa kematian itu pasti. Sebenarnya bagi orang yang beriman
cukup satu firman Allah Subhanallahu wa ta’ala saja itu sudah cukup baginya
untuk menyakini bahwa kematian itu pasti. Bicara tentang kematian, kita bisa
melihat dari media-media cetak ataupun sejenisnya banyak yang memberitakan
kematian misalkan ada orang yang lagi duduk meninggal dunia, ada yang lagi
tidur meninggal dunia dan bahkan ketika kita makanpun meninggal dunia dan masih
banyak lagi yang lain yang bisa kita ambil contoh.
Coba kita
renungkan dan perhatikan baik-baik di Tempat Pemakaman Umum, apakah semua
bentuk ukuran kuburanya sama? Tentu jawabanya tidak, kematian tidak memandang
anak kecil, orang dewasa, maupun yang tua. Tidak memandang laki-laki ataupun
perempuan. Tidak memandang ketampanan, kecantikan, tidak memandang si kaya
ataupun yang berkecukupan dan bahkan kematian tidak mendahulukan yang tua
ataupun yang muda. Dan dari sinilah kita dapat ketahui bahwa kematian bisa datang
kapanpun kalau dia mau. Seorang ulama mengatakan “manusia itu datang tak
disangka-sangka dan pulangpun tak terduka” ini menunjukan bahwa Allah Subhanallahu
wa ta’ala menciptakan manusia dengan kehandakNya. Kita didatangkan oleh
Allah Subhanallahu wa ta’la untuk
kembali ke kampung akhirat akan tetapi kita tidak menyadari bahwa kita terlena
oleh dunia. Sehingga kita lupa tujuan Allah ciptakan kita didunia ini.
Tidak ada yang
bisa lari dari dahsyatnya sang sakarutul maut. Meskipun kita harus bersembunyi
di lorong-lorang, di bawah tanah bahkan bersembunyi ditempat yang paling aman di
dunia inipun tidak bisa menghindari yang namanya kematian. Seharusnya kita
sudah menyadari bahwa kematian akan datang tanpa kita undang sebelumnya. Namun,
berita tentang kematianpun hanyalah dianggap berita yang tidak begitu
menakutkan. Sehingga banyak orang-orang tidak memperdulikan kematian. Tidak mempersiapkan
bagaimana kita mati dalam keadaan khusnul khotimah yang di ridhoi Allah Subhanallahu
wa ta’ala.
Mungkin karena
umur kita masih muda kita masih beranggapan bahwa umur kita masih panjang,
sehingga kita sangat tergoda dengan janji-janjinya dunia yang hanya cerita
fiksi belaka yang tidak akan kekal selamanya. Sehingga meluangkan waktu untuk
merenungkan sejenak hakikat Allah ciptkan kitapun tidak ada sama sekali. Adakah
didalam hati kita ini untuk merenungkanya? Adakah bekal iman kita untuk menghadapi
dahsyatnya sang sakaratul maut ketika menjemput kita? Sayang seribu kali sayang
kita memang benar-benar melupakan hal itu, hanya sedikit orang yang benar-benar
mau memperhatikannya, yang benar-benar mempersiapkan dirinya untuk menuju
kampung akhirat. Kebanyakan dari kita khususnya untuk saya pribadi lupa dengan
cara mati dalam keadaan khusnul khotimah.
Diakhir artikel
ini saya mengajak kepada pembaca mari kita mempersiapkan diri kita untuk menuju
kampung akhirat. Alm. ustazd jefri Al-Bukhori atau yang sering kita kenal ustad
Uje mengatakan ”dunia diibaratkan hanya stasiun terminal” dikatakan
demikian karena dunia ini hanya tempat persinggahan kita menuju kampung akhirat
dan dunia tidak kekal selamannya pada hari kiamat Allah akan hancurkan dunia
beserta isinya atas kuasa Allah Subhanallahu wa ta’ala. Semoga kita mati
dalam keadaan khusnul khotimah, bertemu dengan Rasulullah, bertemu dengan
Sahabat R.hum dan saudara-saudara mukmin kita. Amiin ya Rab….
Semoga bermanfaat
bagi kita semua amiin, kita hanyalah manusia biasa yang tidak terlepas yang
akan namanya dosa. thsumasallamualaikum wr.wb
Artikel by : Roniy Yanggara

Tidak ada komentar:
Posting Komentar